Anda tahu kedelai, bukan? Jawabnya tentu tahu. Tahu juga tentang kedelai hitam? Tentu. . Entah itu tempe dalam sayur atau tempe goreng berteman segelas teh hangat. Hmm….

Mengapa kedelai warna kuning? Karena gambaran umum tentang kedelai memang berwarna kuning. Padahal ada jenis kedelai berwarna hitam yang hampirr semua orang juga sudah mengetahuinya. Lalu apa bedanya kedelai warna kuning dengan kedelai warna hitam? Ya, kalau dibanding kasiatnya, kedua jenis kedelai itu sama saja.

Yang sudah pasti diketakiospertanian-kedelai-hitam

hui adalah kedelai warna apapun memiliki kasiat untuk kesehatan. Apalagi karena kedelai (terutama) di Indonesia sudah menjadi salah satu bahan pangan yang popular dan menjadi santapan sehari-hari bagi masyarakat.

Jangan lupa juga, bahwa kedelai sudah sejak lama menjadi sumber pangan yang dikonsumsi melalui berbagai produk olahannya seperti susu kedelai, protein kedelai, kecap, dan lainnya. Termasuk kedelai hitam sebagai bahan baku pembuat kecap.

Secara keilmuan, kedelai hitam juga dimasukkan kedalam kelompok jenis tanaman polong. Juga telah diketahui bahwa kedelai hitam ini menjadi sumber utama dari protein dan minyak. Selain itu kedelai hitam memiliki kandungan gizi yang cukup tinggi.

Di pasaran, dengan mudahnya kita bisa mendapati kedelai hitam. Nah, jenis kedelai hitam inilah yang sekarang sedang berada dalam uji penelitian para ahli gizi. Karena menurut teori, di dalam kedelai hitam mengandung zat yang disebut sebagai antisianin, yang diyakini sangat potensial mencegah proses oksidasi. Kondisi seperti itu yang dianggap menjadi biang keladi timbulnya penyakit degeneratif. Jika kelak hasil penelitian membuktikan kedelai hitam mampu mencegah proses oksidasi dini, maka kita perlu mengapresiasi para peneliti tersebut.

Dalam sebuah tulisan disebutkan Oksidasi LDL kolesterol adalah awal terjadinya plak dalam pembuluh darah. Plak itu yang menjadi penyebab utama munculnya tekanan darah tinggi yang berhubungan langsung dengan penyakit jantung koroner.

Sesudah penyakit jantung koroner itu kita akan menemukan berbagai penyakit lain semisal stroke dan aneka penyakit berbahaya lainnya.

Nah, kedelai hitam ini memiliki kemampuan mencegah, atau mengurangi semua gejala penyakit yang disebut dimuka tadi. Apabila penderita penyempitan pembuluh darah (arterosklerosis) rajin mengonsumsi antisianin, zat ini mampu melunturkan plak-plak yang menyumbat di dalam pembuluh darah. Antisianin dari kulit kedelai hitam ampuh dalam menghambat oksidasi LDL kolesterol.

Kandungan lain dalam kedelai hitam seperti flavonoid dapat berfungsi sebagai antikanker. Kandungan flavonoid ini biasanya ditemukan dalam buah-buahan dan sayur mayur. Serta biji-bijian. Kedelai masuk kedalam kelopok ini dan kedelai yang dibuat menjadi tempe mempunyai kandungan genestein paling tinggi dibandingkan produk olahan non kedelai.

Selain yang sudah disebutkan dimuka tadi, ternyata kedelai hitam diyakini berfungsi sebagai antioksidan. Bukan itu saja. Bahkan kedelai hitam dipercayai pula bisa mencegah gejala menopause pada wanita. Karena struktur kedelai mirip dengan struktur hormon estrogen. Yang lebih hebat lagi kedelai hitam ini jika dikonsumsi dalam jumlah yang tepat, akan mencegah penuaan dini.

Yang lebih fantastis: Kedelai hitam sangat “ampuh” jika digunakan untuk melawan penyakit diabetes.

Sekarang, apakah Anda akan menyingkirkan kedelai hitam dengan lebih memilih mengkonsumsi kedelai kuning? Rasanya tidak. Karena kedelai hitam sama hebatnya dengan kedelai kuning. Coba perhatikan tekstur dan warnanya yang hitam legam. Terasa memiliki kekuatan dan mukjijat, kan? Hitam memang kekuatan.

Anda tahu kedelai, bukan? Jawabnya tentu tahu. Tahu juga tentang kedelai hitam? Tentu.

Comments are closed.

AE Visitor

Today Today 185
Yesterday Yesterday 119
This Week This Week 720
This Month This Month 1,716
All Days All Days 386,928