Pupuk Kompos, Tentu pernah mendengar, bukan? Membangun tanah yang subur untuk tumbuh tanaman yang sehat dan subur adalah penting sekali. Menghasilkan tanaman produktif adalah tujuan utama kita. Karena itu tulisan ini hanya mengingatkan agar Anda menggunakan pupuk secara tepat.
kiospertanian-kompos


Anda pasti pernah mendengar pupuk kompos itu apa. Tetapi tidak setiap orang tahu bagaimana cara membuatnya sebagai pupuk tanaman yang kita pelihara. Karena itu disini kita akan mebicarakan hal-hal yang berkenaan dengan pembuatan kompositu. Tentu saja tidak harus detil, tetapi setidaknya bisa memberikan gambaran yang baik secara umum.

Secara umum boleh dikatakan jenisn pupuk  ini dibuat dengan cara menguraikan sisa-sisa tanaman dan hewan dengan bantuan organisme hidup. Untuk membuat pupuk kompos diperlukan bahan baku berupa material organik dan organisme pengurai. Organisme pengurainya bisa berupa mikroorganisme.

Teknik pembuatan pupuk kompos dikembangkan dari proses penguraian material organik. Material organik itu sendiri biasanya tejadi di alam bebas. Misalnya terjadinya humus di hutan, adalah salah satu cara alam yang cerdas dalam membuat pupuk alam. Memang sich, terjadinya tidak seketika, karena membutuhkan proses panjang dan lama. Sampai ketika manusia mampu memperpendek proses itu sehinga menjadi lebih singat dan cepat.

Kalau berminat Anda bisa membuat pupuk kompos sendiri. Caranya mudah dengan teknologi yang  simple-simple  saja. Di pabrik besar, ataupun dibuat sendiri untuk kepentingan tanaman di halaman sendiri, secara prinsip, tekniknya sama.

Bahan baku pupuk kompos

Bahan baku kompos, ambillah sisa-sisa tanaman dan atau kotoran hewan yang Anda miliki. Dari semua bahan itu memiliki kandungan unsur yang berlainan. Unsur-unsur tersebut berguna sebagai hara yang sangat dibutuhkan oleh tanaman.

Sebelum membuat pupuk kompos, ketahui dulu tujuan pemupukan. Kita perlu mengenal zat apa yang paling dibutuhkan oleh tanaman. Sebagai contoh, tanaman yang baru tumbuh membutuhkan unsur nitrogen (N) yang lebih banyak. Tetapi tanaman yang sudah mulai berbuah pastilah membutuhkan unsur kalium (K) yang lebih banyak.

Sesudah itu baru kita entukan pupuk kompos apa yang diperlukan. Pupuk kompos tidak seperti pupuk kimia sintetis. Dalam pupuk kimia sintetis zat hara yang terkandung dalam pupuk sudah jelas komposisinya. Sementara pupuk kompos zat hara yang dibutuhkan komposisinya berbeda-beda. Hal itu ditentukan oleh bahan baku yang digunakan.

Namun apapun yang ada, kita tetap bisa membuat pupuk kompos dengan komposisi zat hara yang pas dengan dengan kebutuhan tanaman. Kita bisa membuatnya dengan bahan baku. Bukankah Setiap material organik memiliki ciri khususnya sendiri? Yakni dalam kandungan unsur-unsur. Umpamanya, jerami, hijauan dan kotoran ayam memiliki kandungan N yang besar. Jelas kan? Bahwa bahan-bahan itu bisa kita ubah menjadi kompos yang kaya dengan unsur N. Mau coba? Silahkan buat pupuk kompos sekarang juga.

 

Comments are closed.

AE Visitor

Today Today 166
Yesterday Yesterday 119
This Week This Week 701
This Month This Month 1,697
All Days All Days 386,909