Menanam tomat, bisa menjadi sekedar hobi atau bahkan menjadi ladang usaha.  Tetapi banyak juga orang yang bukan Cuma suka menanam  tomat, bahkan yang paling enteng hanya suka memandang buah tomat yang matang di kebun, atau bahkan buah tomat yang matang bergelantungan dalam tanaman di dalam pot di halaman atau disamping rumah, mampu memicu semangat menanam tomat.  Indah dan menyenangkan.

kios-pertanian-buah-tomat

Memang, buah tomat, selalu menyenangkan. Warnanya, bentuknya, rasanya, semuanya serba indah.

Oleh sebab itu banyak orang suka menanam tomat di dalam pot, dalam ember plastic, atau bahkan dalam media keranjang bamboo dan karung plastic. . Nilainya yang praktis, menyenangkan dan mudah perawatannya.

Bahkan tomat yang matang (sekalipun hanya ditanam dalam pot), tetap nikmat kalau dikonsumsi.
Jadi selain bermanfaat sebagai konsumsi, juga manfaat sebagai tanaman hias di pekarangan rumah.

Menanam tomat, adalah gagasan bagus! Langsung saja kita mulai bincang-bincang ini.

Kita perlu tahu, bahwa  Tomat tergolong  tanaman yang tidak tahan air, terutama air  hujan. Tomat juga anti sinar matahari terik dan suhu panas.

Tomat bisa hidup subur di dataran rendah maupun dataran tinggi. Tanaman ini biasanya  cocok ditanam di tanah yang gembur, di  tanah liat yang sedikit mengandung pasir dan pH antara 5 – 6.

 

Biji Tomatnya Dulu

Biji tomatnya, semaikan dalam  media tanam untuk tanaman tomat yang memiliki  campuran tanah dan pupuk kandang  antara 25 – 30 kg, Sudah siap semua? Sekarang masukkan dalam polibag plastik atau contongan daun pisang atau kelapa atau apalah yang sekiranya cocok. Selanjutnya sebar benih tomatnya secara merata atau masukkan satu per satu dalam polibag.

Tunggu sampai sekitar  8-10 hari baru kemudian di pilih bibit yang baik dan sehat lalu pindahkan kedalam buntalan daun pisang  yang berisi campuran media tanam yang sudah disiapkan.

Selesai? Berikutnya adalah pemeliharaan dengan cara menyirami, lakukan setiap hari. Perhatikan kalau  memang kondisi media sudah basah, hentikan penyiraman. Dan sirami lagi manakala dianggap perlu.

 

Saat Tanam
Sekitar  tiga minggu berada dalam pot-pot yang ditanam tadi, pilih  lagi bibit tomat yang bagus-bagus saja, kemudian dipindah ke lokasi  penanaman yang tetap. Kalau di tempat yang cukup luas, buatkan bedengan dengan tanah  digemburkan sedalam 60 cm dan dipupuk dengan pupuk kandang kering yang sudah dingin. Banyaknya pupuk kira-kira 1/2 ember plastic untuk lahan per M2.

Ada saran agar tidak  menggunakan pupuk kandang dalam keadaan  basah, karena dapat menularkan penyakit-penyakit atau cendawan.

Jika benih ditanam dalam pot, atau polibag, secara prinsip semuanya sama. Yang membedakan adalah untuk setiap pot tanamkan benih tomat dengan hitungan yang wajar. Artinya lihat-lihat luas dan besarnya pot.

Boleh  dicoba aturan ini. Untuk menanam tomat dalam polibag gunakan polibag dengan diameter 15 cm, dengan jumlah tanaman satu batang untuk setiap polibag tetapi jika takut mati dapat ditanam sebanyak dua bibit atau tiga buah. Tomat juga dapat ditanam pada  ember  caranya sama dengan cara diatas. Medianya  saja yang berbeda.

Pemeliharaan

Batang tomat biasanya merambat. Untuk itu tancapkan batang bambu atau apa saja guna menopang rambatan tanaman tomat itu. Yang perlu dilakukan apabila mulai tumbuh cabang  maka harus segera dipotong, kecuali cabang yang paling atas. Cabang-cabang bawah tomat yang dipotong ini akan mencoba menumbuhkan cabang-cabang baru lagi nantinya, di ketiak-ketiak daun. Namun semuanya harus dipotong lagi,dengan hanya meninggalkan sisa sepanjang beberapa cm saja, yang masih mengandung satu atau dua helai daun.

Setelah batang tanaman mencapai tinggi sekitar 1meter lebih,  potong lagi  pucuknya, yaitu diatas dompolan bunga yang ke lima atau ke enam (dihitung dari bawah). Pertumbuhannya kemudian akan  diteruskan oleh cabang yang paling atas tadi. Dengan begitu kita hanya akan mendapat lima sampai enam dompol buah saja per batang, hal itu akan memberi kesempatan buah-buahnya  tumbuh semakin  besar.

Apabila buah tomat sudah tumbuh sebesar biji salak kira-kira, lakukan pengurangan hingga hanya sisa ada paling banyak lima buah tomat saja dalam satu tangkai. Apabila dibiarkan lebih dari itu, tumbuhnya akan berdesak-desakan, sehingga nanti buahnya tidak sama besar. Cara memilih tentu saja hanya yang bagus. Sedang yang kurang bagus, hilangkan saja.

Hanya beberapa hari saja setelah itu yakni apabila buah tomat sudah semakin besar, maka daun-daun paling ujung pada tiap-tiap cabang yang dipotong pendek pada waktu sebelumnya, harus dipotong lagi. Kegiatan itu, bersamaan dengan semua kuncup yang muncul pada pangkal tangkai. Cara itu akan mendorong  buah tomat semakin cepat masak. Dengan demikian maka semakin cepat pula berubah warna dari hijau ke jingga.

Selama pemeliharaan tanaman tomat ini, tentu saja kita perlu sedikit biaya untuk membeli obat hama yang sering menyerang tanaman tomat. Cari saja di tempat penjual benih dan obat-obatan, pasti ada obat anti hama itu.

Waktunya Panen

Dan inilah akhir yang paling ditunggu. Tidak ada kebahagiaan dan kesenangan setelah bekerja keras menanam tomat, yakni waktunya panen buah tomat kita!

Tetapi awas! Jangan menunggu sampai buah tomat matang betul. sebab buah tomat yang dipetik sesudah merah semuanya akan pecah merekah saat  disimpan. Jadi lebih baik petiklah buah tomat saat masih berwarna kuning jingga di sebagian badan buah. Tomat akan masak sendiri saat dalam penyimpanan nantinya.

Anda juga perlu ingat, jangan memetik buah tomat saat masih berwarna hijau. Itu terlalu mentah. Saat disimpan tidak akan pernah matang. Bahkan bisa rusak. Jadi pandai-pandailah memilih waktu yang tepat saat memetiknya. Jangan petik saat terlalu matang tetapi juga jangan petik saat masih terlalu hijau.

Apabila anda memetik buah tomat tepat pada waktunya, pada waktu berikutnya akan tumbuh lagi buah tomat baru. Tetapi harus diperhitungkan jarak waktu petiknya. Saat panen kedua, waktunya tidak terlalu cepat dengan saat panen pertama, dan juga tidak terlalu lama menunggu sampai merah lagi. Dengan cara demikian, maka bisa dipastikan, tanaman itu dapat segera berproduksi lagi.  berbuah lagi, dst.

Comments are closed.

AE Visitor

Today Today 184
Yesterday Yesterday 119
This Week This Week 719
This Month This Month 1,715
All Days All Days 386,927