Dwi J.A. Setiadi G 

tanamanbawangmerah-1

Pada masalah yang ada di dunia pertanian, tanaman bawang merah menduduki peringkat cukup bagus. Karena itu  beberapa fakta mengenai hama, penyakit dan virus yang biasa menyerang tanaman bawang merah kami posting disini. Mengingat tanaman bawang merah begitu penting untuk kita pelihara, maka Dengan mengenal mereka setidaknya kita bisa mengendalikan atau membasminya dengan lebih baik. Artinya kita juga turut membantu mengembangkan dunia pertanian kita.

 

I. Hama/ Organisme Pengganggu Tanaman (OPT)

  1. a.    Ulat Bawang (Spodopteraexigua).

Gejala ditandai dengan adanya bekas gigitan pada daun tanaman bawang merah. Serangan berat menyebabkan daun terputus (kudung). Biasanya serangan pada umur 30 Hari. Cara pengendalian secara mekanis dapat dilakukan dengan mengumpulkan hama lalu dimusnahkan, memasang perangkap ngengat (feromonoid seks) 40 buah/ha.  Jika intensitas kerusakan daun lebih dari 5% per rumpun dilakukan penyemprotan dengan insektisida berbahan aktif Klorpirifos, Klorantranliprol, Metomil, Klorfenapir dan Profenofos.

  1. Penggerek Daun (Liriomyza sp).

Lebih dikenal dengan istilah ”Virus” di wilayah Probolinggo. Hama ini menghisap cairan daun dari dalam. Daun yang terhisap akan tanamanbawangmerah-2terlihat transparan. Pada daun muda tanaman bawang merah , daun menjadi layu dan terkulai. Hama ini hidup di dalam rongga daun. Serangan bisa berlanjut ke umbi dan umbi berlubang. Untuk pencegahannya, digunakan

 

  1. Hama Bodas atau Trip (Thrips tabaci sp.)
    Lebih dikenal dengan istilah “Mankuman” di wilayah Probolinggo. Gejala ditandai dengan adanya bercak putih beralur pada daun. Thrips, mulai menyerang tanaman bawang merah saat berumur 30 hari. Daun bawang merah  yang terserang warnanya putih berkilat seperti perak. Serangan berat terjadi pada suhu udara diatas normal dengan kelembaban diatas 70%. Serangan juga bisa sampai ke umbi.  Umbi yang dipanen terdapat bercak putih kecoklatan.  Penanganannya dengan penyemprotan insektisida efektif, misalnya Mesurol 50 WP atau Pegasus 500 EC, Bayrusil 250 EC, Azodrin 15 WSC.

 

  1. Ulat Tanah

Gejala ditandai dengan rebahnya bagian pucuk pada tanaman bawang merah  /titik tumbuh dan tangkai karena terpotong pangkalnya. Biasanya serangan pada umur 0-10 HST. Ulat ini berwarna coklat-hitam. Kumpulan ulat biasanya pada senja/malam hari. Pengendaliannya dapat dilakukan menjaga kebersihan lahan dari sisa-sisa tanaman atau rerumputan karena dapat menjadi sarangnya.

ii. Penyakit

a.  Penyakit layu Fusarium
tanamanbawangmerah-3Penyakit ini disebabkan oleh jamur Fusarium sp. Gejala ditandai dengan tanaman layu dengan cepat (Jawa: ngoler), daun menguning, daun terpelintir dan pangkal batang membusuk. Biasanya serangan pada umur 0-10 HST. Jika ditemukan gejala demikian, tanaman dicabut dan dimusnahkan.

b.  Penyakit Antraknose atau otomatis
Penyakit ini disebabkan oleh jamur Colletotricum gloesporiodes. Biasanya pada umur 11-35 HST. Gejala serangan ditandai dengan terbentuknya bercak putih pada daun, selanjutnya terbentuk lekukan yang akan menyebabkan daun patah dan terkulai secara serentak (Istilah Brebes: otomatis). Untuk pencegahan di semprot dengan fungisida Daconil 70 WP atau Antracol 70 WP atau jika tanaman yang terserang lebih dari 5%, segera dicabut dan dimusnahkan (dibakar).

c.  Penyakit bercak ungu atau Trotol

Penyakit ini disebabkan oleh jamur Alternaria porri. Biasanya pada umur 11-35 HST. Penyakit ini sangat ditakuti petani bawang. Gejala serangan ditandai dengan bintik lingkaran konsentris berwarna ungu dan bercak-bercak putihtanamanbawangmerah-4 kelabu di daun dan tepi daun atau bercak putih pada daun dengan titik pusat berwarna ungu, kemudian daun berubah menjadi cokelat dan mengering. Dari daun serangan berlanjut ke umbi. Umbi berair, berubah menjadi kekuningan dan akhimya cokelat kehitaman. Untuk pencegahan dilakukan dengan penyemprotan Antracol 70 WP, Daconil 70 WP, Difolatan 4F dengan dosis         2 cc/l.

iii.  Virus dan Bakteri

Penyakit yang disebabkan oleh virus mempunyai gejala seperti pertumbuhan kerdil, daun menguning, melengkung ke segala arah dan terkulai serta anakannya sedikit. Sedangkan jika disebabkan oleh bakteri ditandai dengan membusuknya umbi dan berbau busuk. Cara pengendaliannya adalah dengan mencabut tanaman bawang merah yang sakit beserta tanaman yang ada di sekitarnya (2-3 dari tanaman yang sakit), menggunakan bibit bebas virus (unggul) dan melakukan pergiliran tanaman (bukan golongan bawang-bawangan).

Tabel Anjuran

No

Jenis   hama/penyakit

Golongan

Konsentrasi   Anjuran

1.

Layu   Fusarium di gudang di lapang

Mankozeb

Propineb

Benomil

10   g/10 kg umbi
10 g/10 kg umbi 10 g/10 kg umbi

2.

Bercak   ungu

Propineb

Klorotalonil

Maneb

Mankozeb

2 g/l

3 g/l

2 g/l

2 g/l

3.

Otomatis   atau Antraknosa

Klorotalonil

Propineb

Maneb

Mankozeb

2 g/l

2 g/l

2 g/l

2 g/l

4.

Ulat Bawang   (Spodoptera spp.)

Klorfluazuron

Teflubenzuron

Flufenokzurona

B.thuringiensis

idem

Piretroid

2 g/l

2 g/l

2 g/l

2 g/l

2 g/l

0,5-1 ml/l

5.

Hama Thrips
(Thrips sp.)

Benzoil   Urea Merkaptodinetur

2 ml/l

2 g/l

 

Comments are closed.

AE Visitor

Today Today 72
Yesterday Yesterday 169
This Week This Week 241
This Month This Month 241
All Days All Days 152,290